Transisi PAUD-SD, Perhatian Bupati Mura Anggarkan Rp 2,25 Miliar

MUSI RAWAS – Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud mengatakan saat ini Pemerintah Daerah sedang giat melakukan sosialisasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dengan harapan proses peralihan pembelajaran dari PAUD ke Pendidikan Dasar berlangsung dengan selaras dan tetap menyenangkan bagi anak didik.

Dia menyontohkan, pemberlakuan tes calistung untuk peserta didik baru jenjang sekolah dasar tidak diperkenankan lagi.

“Bimbingan Teknis ini merupakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Guru PAUD Kabupaten Musi Rawas dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga Pemkab Musi Rawas dapat menerima informasi langsung dari para guru PAUD.

Dengan begitu kebijakan yang terkait dengan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan utamanya di jenjang PAUD dapat segera diimplementasikan,” ujarnya saat membuka Sosialisasi Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan dan Pembukaan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Guru PAUD Kabupaten Musi Rawas Tahun Pelajaran 2023/2024, bertempat di Auditorium Pemkab Musi Rawas, Rabu (02/08/2023).

“Saya merasa bangga dan berbahagia dapat bertemu dan berada di tengah-tengah para guru PAUD se-Kabupaten Mura.

Saya hadir pada acara ini sebagai bentuk rasa cinta dan penghargaan saya kepada Bapak/Ibu sekalian yang telah dengan sabar mengasuh, mengajar dan mendidik putra putri Musi Rawas di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini,” kata Ratna Macmud.

Beliau menambahkan selaku Kepala Daerah dan Bunda PAUD Kabupaten Mura juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap pemberlakuan kurikulum merdeka di jenjang PAUD.

Oleh karena itu, agar bimbingan teknis yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan tentang implementasi kurikulum merdeka dapat diikuti dengan baik.

“Harapan saya profil pelajar Pancasila sudah mulai dapat tergambar dalam pelaksanaan pembelajaran di lembaga PAUD.

Sebagai wujud perhatian dan kepedulian saya terhadap Bapak/Ibu sekalian para guru PAUD, seperti pada tahun sebelumnya tahun ini saya juga menganggarkan bantuan operasional guru sebesar Rp2,25 miliar,” ucap Ratna Machmud. | *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *