Perintah Nabi SAW. Kepada Komandan Pasukan agar Berdakwah

ABU Daud (hal. 398) dan lafal hadits ini menurut riwayatnya, Muslim (2/82), Ibnu Majah (hal. 210), dan Baihaqi (9/194) meriwayatkan beserta sanadnya dari Buraidah RA., ia berkata apabila Rasulullah SAW. menugaskan seorang komandan baik sebuah pasukan kecil atau pasukan besar Beliau berpesan kepadanya agar khususnya ia sendiri bertakwa kepada Allah dan agar bersikap baik terhadap kalangan kaum muslimin yang menyertainya.

Beliau juga berpesan: “Apabila kamu bertemu dengan musuh dari kalangan orang-orang musyrik, maka serulah mereka kepada salah satu dari tiga hal. Terimalah pilihan mereka dan tahanlah dirimu dari memerangi mereka.

Pertama, serulah mereka kepada Islam. Jika mereka menyambutnya, maka terimalah pilihan mereka dan tahanlah dirimu dari memerangi mereka.

Kemudian, serulah mereka untuk berpindah dari negeri mereka, menuju negeri kaum Muhajirin. Dan beritahukanlah kepada mereka, bahwa jika mereka melakukan hal ini, maka mereka memiliki hak dan kewajiban seperti yang dimiliki orang-orang muhajirin.

Namun, jika mereka menolak dan memilih tinggal di negeri mereka, maka beritahukanlah kepada mereka, bahwa mereka diperlakukan sama seperti kaum muslimin dari kalangan orang-orang Arab Badui.

Terhadap mereka berlaku hukum Allah sama sperti orang-orang mukmin lainnya. Mereka tidak mendapatkan bagian sedikitpun dari harta fa’i maupun ghonimah kecuali jika mereka turut berjihad bersama kaum muslimin lainnya.

Kedua, lalu jika mereka menolak pilihan pertama, maka serulah mereka agar membayar jizyah, jika mereka menyambutnya, maka terimalah pilihan mereka dan tahanlah dirimu dari memerangi mereka.

Ketiga, namun jika mereka juga menolak pilihan kedua, maka mintalah bantuan kepada Allah dan perangilah mereka. Apabila kalian mengepung musuh yang berada di dalam benteng, lalu mereka meminta agar kamu melepaskan mereka dengan ketentuan dari Allah.

Maka janganlah kamu melepaskan mereka, karena kalian tidak mengetahui ketentuan apa yang Allah tetapkan terhadap mereka. Akan tetapi Lepaskanlah mereka dengan ketentuan dari kalian. Kemudian, setelah itu ambillah keputusan terhadap mereka, terserah kalian sesuai syariat Islam.

Tirmidzi berkata bahwa hadits Buraidah tersebut adalah hadits Hasan Shahih, diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ahmad, Syafi’i, Darimi, Thahawi, Ibnu Hibban, Ibnul-Jarud, Ibnu Abi Syaibah dan yang lainnya. Sebagaimana dalam kitab Kanzul Ummal (2/297).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *