Muhammad SAW. Sang Nabi

UMAT sebelum Nabi Muhammad SAW. berada dalam tidur yang lelap serta kebodohan yang mendalam. Allah SWT. mengutusnya setelah kekosongan para rasul dan terputusnya para nabi. Dengan kehadirannya, Allah SWT. menegakkan keadilan, menurunkan Al-Qur’an, memisahkan antara kufur dan iman serta menghancurkan berhala.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Yatim (4)

Setiap umat memiliki tokoh-tokoh yang terkadang berbuat salah dan terkadang berbuat benar, namun Rasulullah SAW. adalah maksum, terjaga dari tergelincir, aman dari cela, dan selamat dari cacat. Hatinya terpelihara dari kesesatan, sehingga sedikitpun Beliau tidak pernah tersesat.

Allah berfirman: “Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.” (QS. An-Najm : 2).

Allah SWT. telah menetapkan hati Nabi Muhammad SAW., sehingga tidak akan menyimpang, Allah SWT. telah mengarahkan perkataan Nabi Muhammad SAW., sehingga tidak akan bodoh. Allah SWT. telah menjaga mata Nabi Muhammad SAW., sehingga tidak akan berkhianat. Allah SWT. telah membentengi lisan Nabi Muhammad SAW., sehingga tidak akan tergelincir.

Allah SWT. telah membimbing agama Nabi Muhammad SAW., sehingga tidak akan tersesat. Allah SWT. telah melindungi Nabi Muhammad SAW., sehingga tidak akan salah jalan. Beliau telah memperoleh taufik, penjagaan, berkah, dan anugerah dari Allah SWT.

Beliau bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling bertaqwa dan paling mengenal Allah SWT. adalah aku.” (HR. Bukhari). Maha Suci Zat yang telah memilihnya, melindunginya, menjaganya, dan mencukupinya.

Allah SWT. telah mengutus Nabi Muhammad SAW. pada kegelapan, bagaikan Matahari di siang hari, dan mengutusnya pada kehausan, bagaikan hujan yang lebat. Dengan dakwahnya, kenikmatan semakin besar, diutusnya kepada kita, merupakan nikmat terbesar. Dengan risalahnya, Allah SWT. menghidupkan sunnah. Semulia-mulianya jalan kesuksesan adalah mengikuti sunnahnya.

Beliau adalah berita yang besar, peristiwa yang agung, kabar yang ajaib, dan hal yang hebat. Allah SWT. berfirman: “Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya, tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini.” (QS. An-Naba’ : 1-3).

Diutusnya Nabi SAW. merupakan kabar terbaik dan berita teragung, orang-orang rela berkendara untuk menuju ke sana, orang-orang yang sibuk pun masih sempat-sempatnya membahasnya. Para perawi berusaha memahaminya dengan baik, masa tercengang, zaman terkejut, sejarah berputar-putar dan hari berhenti. Kisah diutusnya Nabi Muhammad SAW. tidak terbungkus kegelapan, tidak terpendam angin, dan tidak tertutup awan. Akan tetapi, kisah tersebut telah menyeberangi lautan, dan melewati gurun pasir. Kisah itu turun ke dunia bagaikan hujan, dan bersinar bagaikan Matahari. Intinya, Beliau adalah cahaya, dapatkah cahaya menghilang?

Allah SWT. berfirman: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.” (QS. At-Taubah : 32).

Nabi Muhammad SAW. diutus agar hanya Allah SWT. yang disembah, tanpa ada sekutu lainnya. Beliau diutus agar Allah SWT. di-Esakan, Beliau diutus agar di muka bumi ini menggema kalimat “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *