Muhammad SAW. Sang Nabi (9)

Risalah Nabi Muhammad SAW. Bernilai Ilmiah

SETIAP orang, sesuai spesialisasi ilmu yang dikuasai, menemukan dalam Risalah Nabi SAW. suatu hal yang memuaskan akalnya, yaitu berupa keajaiban dan bukti-bukti kejujurannya. Saya tidak dapat menghitung berapa banyak telah saya baca, temui dengan atau lihat orang yang menceritakan proses pengalamannya beriman kepada Rasulullah SAW.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (8)

Ada yang beriman setelah membaca Al-Qur’an, karena terpukau dengan nilai ilmiahnya. Ada yang tertarik pada kepribadian Nabi SAW., setelah membaca sejarah hidupnya. Ada yang membaca sebuah hadits tentang ilmu gaib. Ada yang membaca sebuah ayat tentang salah satu misteri alam semesta. Ada yang membaca mukjizat-mukjizat dalam sejarah hidup Nabi SAW. Ada juga yang membaca berbagai macam penaklukan dan kemenangan Nabi SAW.

Nabi Muhammad SAW. merupakan pemilik keajaiban dalam aspek sejarah hidupnya, sunnahnya Al-Qur’annya dan syariatnya.

Semua ilmuwan itu datang dengan perbedaan spesialisasi ilmu mereka, setiap individu diantara mereka menemukan apa yang dia cari, serta meraih apa yang dapat memuaskan akalnya. Sehingga mendorongnya untuk mengimani dan mengikutinya. Ini merupakan bukti terbesar bahwa Beliau adalah utusan Allah SWT.

Wahyu Suci Tidak Membosankan

Sebanyak apapun anda mengulangi bacaan Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW. niscaya anda tidak akan merasa bosan atau jemu. Namun anda akan menemukan kesimpulan-kesimpulan baru bahasa rahasia-rahasia bermanfaat dan rincian-rincian maklumat yang sebelumnya belum terungkap.

Saya menantang, adakah keistimewaan serupa pada pusaka warisan orang lain sepanjang sejarah ini? Setinggi apapun ilmunya, filsafatnya, pemahamannya, dan sastranya, sungguh sehebat apapun pusaka warisan seseorang, tetaplah ada batasannya dalam jangka waktu tertentu akan dapat dipahami. Sehingga menjadi biasa dan tidak ada nilai barunya. Berbeda dengan pusaka warisan Nabi SAW. sebagaimana telah dijelaskan.

Lihatlah sekarang berapa kali anda mengulangi bacaan Surat Al-Fatihah dalam Shalat Fardhu dan Sunnah, serta dalam berbagai pertemuan. Seolah baru pertama kali kita mendengar seluruh isi Al-Qur’an, sebanyak apapun diulangi, didengar, dan diresapi, maka akan tetap terasa baru. Ini merupakan misteri keajaiban Al-Qur’an yang diemban oleh Nabi SAW.

Bacalah ayat-ayat berikut ini dengan sepenuh hati dan jiwa anda. Tafakuri dan Tadaburilah! Sebab ucapannya menakjubkan dan kekal. Ini adalah Firman Allah SWT. Bismillahir rohmanir rohiim, agar muncul dari lubuk hati anda ungkapan, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya dengan jujur kuat dan berpengaruh.

Baca tulisan berikutnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (10)

Allah SWT. berfirman: “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat, dan tidak (pula) keliru, dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut keinginannya.

Tidak lain (Al-Qur’an) itu adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril) itu menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa). Sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat (pada Muhammad) lalu bertambah dekat, sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (Musyrikin Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?

Dan sungguh dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha, di dekatnya ada Surga tempat tinggal  (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya, penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

Sungguh dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 1-18).

Sumber : Muhammad Sang Inspirator Dunia

Judul Asli : Mulhim Al-‘Alam

Karya : Dr Aidh Al-Qarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *