Muhammad SAW. Sang Nabi (7)

Dakwah Nabi Muhammad SAW. Diterima Sampai Hari Kiamat

DIANTARA ciri-ciri dan tanda-tanda kerasulan Nabi Muhammad SAW. adalah dakwahnya dapat diterima oleh umat manusia sepanjang masa dan di berbagai tempat. Seandainya saya katakan bahwa orang-orang yang mengikutinya sejak diutus sampai sekarang berjumlah lebih dari 100 miliar muslim, maka perkataan saya ini tidaklah berlebihan. Jumlah pengikut yang sangat besar sepanjang sejarah ini tidak mungkin tercapai kecuali bagi seorang nabi yang Maksum.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (6)

Anda bisa bertanya kepada diri sendiri, apa sebab yang membuat bangsa Arab, non Arab, Persi, Turki, Kurdi, Berber, Afrika, India dan lainnya merasa puas dengan risalah Nabi SAW., sehingga namanya bergema di seluruh penjuru negeri dan dunia.

Tujuan Syariat Nabi Muhammad SAW.

Diantara tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad SAW. adalah Beliau diutus dengan membawa syariat yang tidak dikenal oleh orang-orang sebelumnya, kandungan syariatnya bermaslahat bagi kehidupan agama dan dunia manusia, menjaga akal, kesehatan, harta, serta kehormatan mereka. Berikut adalah contoh kecil dari kehidupan Nabi SAW.

Beliau mengajarkan cara berwudhu beserta nilai-nilai kebaikan dan keutamaannya. Beliau mengajarkan cara bersiwak yang secara ilmiah sangat bermanfaat, karena dapat menyingkirkan bakteri dan penyakit dari mulut.

Beliau bersabda: “Seandainya aku tidak khawatir akan menyulitkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak acap kali akan shalat.” (Muttafaq ‘alaih).

Beliau mengajarkan cara berpuasa yang dapat meningkatkan perlindungan diri dari penyakit. Beliau bersabda: “Puasa adalah perisai.” (Muttafaq ‘alaih). Dan para ilmuwan pun telah menyatakan manfaat puasa bagi kesehatan.

Beliau mewajibkan zakat Untuk menyucikan harta dan jiwa. Zakat berasal dari kata tazkiyah yakni penyucian, selain untuk membersihkan harta dan jiwa, zakat juga bermanfaat bagi fakir miskin.

Beliau mengajarkan untuk membantu dan menyayangi anak yatim, berbakti kepada orang tua, serta menjalin silaturahim. Beliau mengajarkan untuk menjaga lima hal yang bersifat primer, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta.

Yang pertama, menjaga agama dengan wahyu yang diturunkan kepadanya, serta mengharamkan syirik, pengubahan dan bid’ah. Allah SWT. berfirman: “Maka tetaplah engkau (Muhammad) di jalan yang benar, sebagaimana telah diperintahkan kepadamu.” (QS. Hud : 112).

Kemudian, yang kedua, Beliau mengajarkan untuk menjaga jiwa, dengan cara mengharamkan pembunuhan tanpa alasan muktabar. Memberikan hak-hak jiwa, menghalalkan perihal yang bermanfaat bagi jiwa, dan mengharamkan perihal yang membahayakan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *