Muhammad SAW. Sang Nabi (6)

Nabi Muhammad SAW. Membangun Peradaban Terindah

Nabi Muhammad SAW. diutus di kalangan Bangsa Arab Ummi yang tinggal di gurun pasir. Mereka tidak memiliki peradaban yang maju dan tidak bisa baca tulis, mereka adalah penggembala unta sapi dan kambing. Kemudian Nabi SAW. dengan risalahnya merintis peradaban teragung, Beliau menghadirkan referensi-referensi dalam setiap lingkup kehidupan. Allah SWT. tidak mewafatkannya sebelum turun ayat: “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu, agamamu, dan telah cukupkan kepadamu, nikmat-Ku dan telah kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3).

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (5)

Cobalah lihat pembahasan tentang ibadah, niscaya anda akan menemukannya, sudah lengkap dan mencukupi, baik bagian pokoknya, maupun cabangnya. Semua sudah dijelaskan tanpa ada kekurangan dan tidak memerlukan tambahan. Beliau bersabda: “Siapa yang membuat hal baru dalam perkara kita ini yang bukan termasuk kategorinya, maka hal baru tersebut tertolak.” (Muttafaq ‘alaih).

Kemudian cobalah kita buka pembahasan riba’, Nabi SAW. telah membahas hukum-hukumnya dengan detail, para ekonom dunia zaman sekarang telah mengutip banyak hal yang berasal dari Nabi SAW. Ekonomi Islam pun berdiri di atas ajaran Al-Quran dan Hadits, begitu juga pembahasan had, perdamaian, peperangan, serta perempuan. Semua telah dibahas secara jelas dan terperinci, para ulama di timur dan barat merasa cukup dengan syariat Nabi SAW., syariat tersebut telah diterapkan oleh lebih dari 100 Negara Islam selama 14 abad. Inilah warisan kenabian yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.

Dakwah yang jelas dan kehidupan yang terbuka

Dalam dakwah Nabi SAW. tidak ada kesamaan. Dalam pribadi Nabi SAW. tidak ada rahasia. Dakwahnya jelas, terbuka, dan terang. Bahkan, Allah SWT. juga menyebutkan kondisi Nabi SAW. dan kisah Beliau saat berbisik kepada istrinya.

Allah SWT. berfirman: “Dan ingatlah, ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya (Hafsah), suatu peristiwa.” (QS. At-Tahrim : 3).

Allah SWT. juga berfirman: “Niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.” (QS. Al-Isra’: 74).

Allah SWT. berfirman: “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya.” (QS. Abasa : 1 – 2).

Allah SWT. juga berfirman: “Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka untuk tidak pergi berperang?” (QS. At-Taubah : 43).

Allah SWT. juga berfirman: “Wahai Nabi, mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu.” (QS. At-Tahrim : 1).

Allah SWT. menyebutkan semua itu dengan menyiarkannya kepada umat manusia. Rasulullah SAW. memberikan dalil yang terang, seterang matahari. Beliau tidak pernah melakukan seperti apa yang dilakukan oleh para pendusta, pemalsu, pembohong, dan penyihir. Mereka menggunakan mantra, gerakan akrobat, permainan anak-anak, beserta tipuan untuk memperdaya pikiran dan pandangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *