Muhammad SAW. Sang Nabi (4)

Hadits Nabawi

HADITS Nabawi ialah wahyu hikmah dan mukjizat yang dinukilkan kepada kita melalui kitab-kitab shahih, sunnah, musnad dan mu’jam. Ia diriwayatkan oleh ribuan ulama yang terpercaya dan kuat hafalannya sepanjang sejarah.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (3)

Banyak karya ilmiah tentangnya telah ditulis di berbagai universitas dunia, semua mengkaji sabda Nabi SAW. dari sisi matan, sanad, ‘ilah (kecacatan), asing, kesimpulan hukum fiqih atau balaghah.

Beberapa ulama bahkan ada yang membahas satu buah hadits dalam sebuah karya tulis seperti Al-Hafidz Ibnu Natsir Ad-Damsyqi berkenaan dengan hadis “Kalimatani khafifatani” dan Al-Hafizh Al-Iraki berkenaan dengan hadits “Sayyidul Istighfar” diantara mereka ada juga yang menulis kitab tentang “Kalimat Arba” dan lain sebagainya.

Perkataan yang ajaib dan indah dari sisi balaghah, serta terbebas dari kesalahan, kekacauan, dan kontradiksi. Itu hanyalah perkataan nabi yang maksum, dan diutus oleh Allah SWT. Coba anda bandingkan perkataan Nabi SAW. dengan perkataan ulama, khatib, sastrawan, dan penyair, maka anda akan menemukan perbedaan yang jauh.

Seorang sastrawan kontemporer berkata: “Jika anda memasuki sebuah sekolah, fakultas, atau universitas, dan membaca tulisan milik orang bijak atau pemimpin yang terpampang di dinding, Lalu anda membaca sebuah Hadits Nabi SAW. niscaya anda akan menyimpulkan bahwa perkataan kedua sangatlah berkesan. Karena hanya diucapkan oleh seorang nabi. Sebab, ia memiliki rasa yang berbeda, kesan tersendiri, dan pengaruh yang luar biasa, inilah mukjizat dan tanda-tanda kenabian. Nabi Muhammad SAW.

Kemuliaan Karakter, Sifat dan Akhlak Nabi SAW.

Allah SWT. telah mengaruniakan kepada Nabi SAW. akhlak yang mulia, sifat yang baik, karakter yang bagus, dan watak yang indah, bahkan para musuhnya tidak menemukan satu kebohongan pun pada dirinya. Tidak pula kesalahan, keburukan, atau kejahatan dalam perjalanan hidupnya. Mereka berusaha mencari aib dan dosanya, tetapi hasilnya nihil. Karena itulah mereka memendam kebencian dan ketidaksukaan pada dirinya dan berhasrat untuk menjatuhkannya.

Beliau hidup di tengah masyarakatnya selama 63 tahun, dikelilingi para musuh, dan pendengki yang ingin menemukan cacat atau aib yang dapat menjatuhkan dan menghinakan reputasinya.

Tetapi sayang, mereka tidak berhasil menemukannya, yang mereka dapati hanyalah keindahan, kesempurnaan, dan keagungan yang tiada tara. Sejak lahir sampai wafat, Beliau tidak pernah berbohong, berbuat curang, berkhianat, berbuat jahat, tidak setia, hasad, iri, ingkar, sombong, zalim melampaui batas semena-mena atau berbuat dosa.

Allah SWT. telah menjaganya dari setiap akhlak yang buruk dan melindunginya dari setiap sifat yang tidak baik. Beliau adalah sosok yang jujur dan dijujurkan, suci dan disucikan, baik dan dibaikan, Beliau maksum dari setiap kesalahan, tersucikan dari setiap keburukan, serta terbebas dari setiap aib.

Pertolongan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW.

Awalnya Nabi SAW. berdakwah seorang diri, kemudian berimanlah Abu Bakar dari kalangan lelaki dewasa, Khadijah dari kalangan perempuan dewasa, Ali bin Abi Thalib dari kalangan lelaki remaja, dan Zaid bin Tsabit dari kalangan budak laki-laki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *