Muhammad SAW. Sang Nabi (3)

Tanda-tanda Kenabian Nabi Muhammad SAW.

AKU  bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, yang tidak memiliki sekutu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Kita hendaknya mengucapkan kalimat tersebut dengan ilmu, keyakinan, penerimaan, ketundukan, kejujuran, keikhlasan, dan kecintaan.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (2)

Namun, bagaimana anda bisa melakukan hal itu, padahal anda belum mengetahui tanda-tanda kenabian serta bukti-bukti risalah Nabi Muhammad SAW.

Di sini saya akan menampilkan sebagian dari tanda-tanda dan bukti-bukti tersebut jauh dari pengaruh emosi, kata-kata sastra, ataupun uraian yang bertele-tele. Saya ingin berbicara dengan akal anda.

Anda boleh membalikkan cara pandang mendengar dakwaan, studi hujjah, dan mendalami dalil.

Sebagaimana anda ketahui bahwa masa kenabian telah berlalu 14 abad lebih. Selama itu, berjuta-juta orang bahkan tak terhitung telah hidup dan mati silih berganti, di antara mereka ada ilmuwan, cendekiawan, pencipta, khalifah, raja menteri, pangeran penyair, Insinyur, dokter dan lainnya. Mereka semua bersaksi bahwa Beliau adalah utusan Allah SWT. Lantas, apakah faktor yang mendorong mereka mengimani Beliau sedalam itu, sepanjang abad itu.

Apakah ada tipu daya yang menghalangi mereka semua, sehingga dalil dan inti permasalahan pun tak tampak lagi bagi mereka, ataukah terjadi pembodohan terhadap mereka sehingga hakikat pun tidak terkuak.

Hal itu mustahil dan tidak mungkin terjadi, jutaan orang sepanjang sejarah, itu tidak mungkin bersepakat untuk sesat. Jutaan orang itu tersebar di berbagai benua, Arab, Persi, Berber, Kurdi, Turki, India dan Afrika. Semua bersaksi bahwa Beliau adalah utusan Allah SWT.

Apakah faktor yang mendorong mereka semua untuk bersepakat mengimani Nabi Muhammad SAW. Padahal terdapat perbedaan bahasa, ras, warna kulit, negeri dan zaman. Diantara mereka tak lain adalah argumen, puja serta dalil yang akhirnya menghantarkan mereka pada kesimpulan bahwa Beliau benar-benar jujur dalam mengklaim diri sebagai nabi utusan Allah SWT.

Al-Qur’an Al-Azhim

Kitab terbaik dan dokumenter agung, kisah terbagus, perkataan terupdate, dan nasehat terhormat. Al-Qur’an adalah kebenaran mulia yang tidak ada kebatilan padanya. Ia diturunkan oleh Allah SWT. Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.

Ia adalah kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan dan disempurnakan. Ada keberkahan dalam tilawah, tadabur, berobat, berhukum, dan beramal dengan Al-Qur’an.

Setiap huruf Al-Qur’an bernilai 10 pahala, ia akan menjadi syafaat dan memberi syafaat, saksi yang jujur, teman yang asyik, rekan yang bermanfaat, kawan yang amanah, serta mukjizat yang berpengaruh. Ia manis dan indah, ia tinggi dan tidak tersaingi, ia bukanlah sihir, syair, perdukunan, ataupun perkataan manusia.

Ia adalah firman Allah SWT. darinya bermula dan kepadanya kembali. Jibril membawanya kepada Rasulullah SAW. Al-Qur’an berbahasa Arab yang jelas, ia mengungguli semua kitab lainnya dari sisi kepasihan, balaghah serta hujjah, dan penjelasan.

Ia adalah petunjuk, rahmat, nasehat, kesembuhan bagi jiwa, cahaya argumen, bimbingan pertolongan, wejangan, dan pengajaran. Ia terjaga dari pengubahan serta dari penambahan atau pengurangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *