Muhammad SAW. Sang Nabi (2)

Agama Nabi Muhammad SAW. adalah Islam

Yaitu agama fitrah, agama moderat, agama kebenaran, agama kemenangan dan kesuksesan.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi

Allah SWT. berfirman: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran : 85).

Islam adalah agama yang datang untuk meletakkan puncak beban dan rantai dari pundak umat manusia, agama yang mudah dan dimudahkan, umum dan luas serta lengkap dan sempurna.

Allah SWT. berfirman: “Pada hari ini, telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah : 3).

Islam adalah agama yang muncul untuk mengubah manusia, dari menyembah sesama manusia menjadi menyembah Tuhannya manusia. Dari kesempitan dunia menjadi keluasan akhirat. Dari kegelapan syirik menjadi cahaya tauhid. Sari kesengsaraan kufur menjadi kebahagiaan iman.

Islam adalah agama yang cocok untuk semua masa dan tempat. Syariatnya diciptakan oleh Zat yang juga menciptakan manusia, mengetahui hal yang rahasia dan tersembunyi, serta mengetahui hal yang tersiar maupun yang lirih. Agama moderat yang membawa ilmu bermanfaat dan amal saleh.

Allah SWT. mengutus Nabi Muhammad SAW. dalam kondisi ummi yakni tidak bisa baca dan tulis, di tengah-tengah masyarakat yang juga ummi, Beliau membaca Al-Qur’an, menyucikan serta mengajarkan Al-Qur’an dan Sunnah kepada mereka. Sebelum itu, mereka adalah orang-orang yang tersesat, lalu datanglah agama Islam yang mengharamkan perkataan dusta, kesaksian palsu, ketidakadilan hukum, pemimpin yang zalim, kecurangan dalam jual beli, penganiayaan, menyakiti dan membahayakan orang. Agama Islam menjaga iman dalam hati, kesehatan dalam badan, harta agar tidak rusak, kehormatan agar tidak direnggut, darah agar tidak ditumpahkan serta akal agar tidak hilang atau berubah.

Diutusnya Nabi Muhammad SAW. merupakan bentuk pertolongan, perbaikan, keselamatan, dan keadilan bagi dunia. Beliau pernah menyebutkan nikmat yang Allah limpahkan kepadanya, seraya bersabda: “Aku adalah tuannya anak Adam pada Hari Kiamat.” (HR. Muslim).

Beliau juga bersabda: “Perumpamaan apa yang dengannya Allah SWT. mengutusku berupa hidayah, dan ilmu bagaikan hujan.” (Muttafaq ‘alaih).

Beliau adalah sosok yang baik dan memperbaiki, Beliau membawa Al-Qur’an, sunnah, cahaya hidayah ilmu bermanfaat, dan amal saleh. Allah SWT. berfirman: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya’ : 107).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *