Muhammad SAW. Sang Nabi (15)

Nabi Muhammad SAW. Mengabarkan Perihal Ghaib Masa Lalu

Nabi SAW. mengabarkan kisah orang-orang terdahulu dengan rinci, padahal Beliau buta aksara dan tidak pernah mengunjungi negeri mereka. Akan tetapi, Beliau menceritakan detail, seolah hidup dan hadir pada saat kejadian.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (14)

Allah SWT, berfirman : “Itulah sebagian dari berita-berita ghaib yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.” (QS. Ali Imron : 44).

Melalui wahyu yang suci Nabi SAW. mengabarkan kisah terbaik sepanjang sejarah manusia yaitu kisah Nabi Yusuf AS., sejak awal tipu muslihat saudara-saudaranya terhadap dirinya, hingga bertemu mereka kembali. Kisah yang rinci dan menarik, mulai dari tokohnya, masanya, serta tempatnya. Ketika membacanya Anda akan merasa larut dalam alurnya seolah anda hidup bersama mereka dan ikut mengalaminya.

Al-Qur’an telah mengisyaratkan tentang mukjizat yang mengagumkan dan mencengangkan akal ini. Allah SWT. berfirman : “Itulah sebagian berita ghaib yang kami wahyukan kepadamu (Muhammad) padahal engkau tidak berada di samping mereka, ketika mereka bersepakat mengatur tipu muslihat (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur).” (QS. Yusuf : 102).

Lihatlah kisah Nabi Musa AS. yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW. saat Nabi Musa berhadapan dengan Firaun, berikut para penyihir. “Maka Musa merasa takut dalam hatinya.” (QS. Thaha : 67).

“Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (Lembah Suci Tuwa) ketika kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu).” (QS. Al Qashash : 44).

Demikianlah wahyu berkata, “Sesungguhnya engkau, wahai Muhammad, tidak hadir dan tidak menyaksikan kejadian itu. Namun, kami mengabarkannya kepadamu, sehingga engkau pun seolah melihat, mendengar, dan hidup bersama mereka.”  Tidak ada yang lebih menakjubkan daripada ini.

Rincian kisah tersebut tidak diketahui oleh Nabi SAW. tidak pula oleh kita kecuali melalui perantara-Nya. Betapa kuatnya bukti kenabian Beliau melalui kisah-kisah yang beliau sampaikan tersebut.

Selain itu ada juga kisah-kisah umat terdahulu seperti Bilqis dan kaumnya, Harus dan Marut, Thalut dan Jalut, Firaun dan kaumnya, Namrud, Maryam, Zulkarnain, dan sebagainya.

Setiap orang berakal dan adil yang membaca salah satu kisah dalam Al-Qur’an atau Hadits Shahih tentang umat terdahulu, niscaya akan bersaksi bahwa Beliau adalah utusan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *