Muhammad SAW. Sang Nabi (14)

Mukjizat Isra’ dan Mi’raj

Perjalanan Isra’ dan Mi’raj sebenarnya menjadi obat bagi hati Nabi SAW. yang sedih. Mukjizat ini datang sebagai dukungan Allah kepada Nabi SAW. Disamping itu, juga sebagai pertolongan, penghormatan, dan hiburan bagi Nabi SAW. setelah 3 tahun dikepung oleh kaum musyrik.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Nabi (13)

Beliau dilanda kelaparan, kesusahan, dan juga kesedihan, karena kepergian pamannya Abu Thalib yang selalu menolong dan membelanya. Tak hanya itu istri setianya, Khadijah yang selalu menghiburnya pun turut wafat meninggalkan kesedihan mendalam pada diri beliau.

Para sahabatnya disiksa dan disakiti. Para musuh kian mendesak dan mengincarnya. Musuh yang jauh bersekongkol menzaliminya, sedangkan musuh yang dekat menghinakannya.

Siapakah yang membela dan menghibur Nabi SAW.? Siapakah yang menolong dan menjaganya? Siapakah yang melindungi dan menyeka air matanya? Siapakah yang mengobati luka dan membantunya? Dialah Allah SWT. Zat yang telah menciptakan dan mengutusnya.

Allah SWT. memerintahkan Nabi SAW. untuk melakukan perjalanan Isra’ dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Selanjutnya perjalanan Mi’raj ke langit ketujuh di alam malaikat, sampai ke Sidratul Muntaha.

Beliau menembus tingkatan-tingkatan langit agar dikatakan kepadanya, “Kemarilah, engkau memiliki kedekatan, engkau mendapat dukungan, engkau memperoleh kabar gembira, engkau akan menang, engkau akan menaklukkan dunia. Pertolongan Allah SWT., bimbingannya, serta penjagaannya senantiasa menaungimu.”

Perjalanan Nabi SAW. ke langit, juga sebagai persiapan untuk menerima mukjizat yang besar dan tanda-tanda yang agung. Allah SWT. berfirman : “Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 18).

Selain itu, agar beliau mampu memikul beban dan kesulitan yang akan melanda, karena Allah SWT. memenuhi hatinya dengan keyakinan pada apa yang beliau lihat secara langsung dan melalui berita.

Al Qur’an yang tidak mengandung kebatilan telah menyebutkan peristiwa Isra’ Mi’raj. Peristiwa tersebut telah dinukilkan oleh para ulama terpercaya serta diriwayatkan oleh para penulis kitab-kitab Hadits Shahih dengan sanad yang jelas. Para ulama bersepakat bahwa mukjizat Isra’ dan Mi’raj tersebut adalah benar.

Diantara keajaiban yang terjadi dalam kisah Isra’ dan Mi’raj adalah Nabi SAW. melihat langsung para nabi sebelumnya, mereka menyambutnya, bersaksi terhadap risalahnya dan mengakui kenabiannya. Beliau menceritakan satu persatu, sembari menggambarkan sosok mereka secara rinci yang ternyata tidak berbeda dengan gambaran yang ada dalam kitab-kitab mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *