Muhammad SAW. Sang Inspirator

RASULULLAH SAW. adalah maksum. Allah sendiri yang telah menjadikannya sosok inspirator bagi umatnya sekaligus sosok pengajar bagi kaum Mukminin.

Berkah Beliau menebar kepada para pengikutnya sampai Hari Kiamat. Sebesar apa kadar seorang Muslim mengikuti petunjuk Beliau, setinggi itu pula tingkat kedekatannya dengan Allah SWT.

Siapapun yang memperoleh pencerahan dalam satu bidang agama adalah berkah dari mengikuti Nabi SAW. Setiap muslim yang memperoleh pencerahan dalam salah satu bidang ibadah, ilmu syariat yang bermanfaat ataupun fadhilah diniyah, maka pengilham semua itu adalah Rasulullah SAW. yang telah Allah turunkan Wahyu kepadanya.

Dialah pengilham para ulama, para qori, para fuqaha, para pemimpin yang adil, mujahidin, para penderma, orang-orang yang shalat dan orang-orang yang berpuasa.

Sebuah kata yang Beliau ucapkan kepada salah seorang sahabat akan memotivasi harapan, kesiapan dan mauhibah atas izin Allah pada dirinya. Suatu kejadian yang dialami oleh seorang sahabat bersama Rasulullah SAW. kerap mengubah hayatnya hingga ajal menjemput. Hal tersebut karena Rasulullah SAW. adalah sosok pengajar serta sumber kesadaran dan semangat bagi semua.

Apabila anda ingin meringkas ayat Abu Bakar Ash Shiddiq RA. dalam kalimat berilham, berwahyu dan berpengaruh dari sang pengajar kebaikan, Rasulullah SAW., maka anda bisa memilih sabda Beliau: “Seandainya aku ingin menjadikan seseorang sebagai kekasih, niscaya aku akan memilih Abu Bakar.” (Muttafaq ‘alaih).

Di sini, tidak ada komentar terhadap sabda Nabi SAW. tersebut. Dialah pengajar dan motivasi bagi Abu Bakar Ash Ashiddiq dalam beramal saleh serta menyegerakan ketaatan seperti hijrah, jihad, sedekah, shalat, berbakti, silaturahim dan lain sebagainya.

Dalam Shahih Muslim Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa diantara kalian yang berpuasa pada hari ini.”

Abu Bakar berkata: “Aku.”

Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa diantara kalian yang mengiringi jenazah pada hari ini.”

Abu Bakar berkata: “Aku.”

Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa diantara kalian yang memberi makan orang miskin pada hari ini.”

Abu Bakar berkata: “Aku.”

Rasulullah SAW. bersabda: “Siapa diantara kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini.”

Abu Bakar berkata: “Aku.”

Rasulullah SAW. bersabda: “Tidaklah semua amalan itu terkumpul dalam diri seseorang melainkan dia akan masuk Surga.”

Abu Bakar Ash Shiddiq RA. masuk ke Surga berkat hidayah Rasulullah SAW. Hal tersebut merupakan ilham dan taufik dari Allah SWT.

Rasulullah SAW. menumbuhkan kabar gembira dan harapan kepada Umar bin Khattab RA., menanamkan keyakinan atas izin Allah dalam hatinya serta mengarahkannya dengan percikan-percikan bercahaya sebagaimana yang tercantum dalam Shahihain bahwa beliau bermimpi meminum susu dan memberikan sisanya kepada Umar bin Khattab. Beliau menafsirkan sisa susu tersebut adalah ilmu.

Rasulullah SAW. juga bermimpi melihat orang-orang memakai pakaian, sedangkan Umar menyeret pakaian. Beliau menafsirkan pakaian yang diseret tersebut dengan agama. (Muttafaq ‘alaih).

Beliau juga mengucapkan kalimat yang menjadi pelita dalam hidup Umar. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud dan At Tirmidzi bahwa tatkala Umar meminta izin kepada Rasulullah SAW. untuk berangkat umroh. Beliau bersabda: “Jangan lupa untuk mendoakan kami, wahai saudaraku.”

Mendengarnya, Umar pun merasa heran dan kagum. Dia kerap mengulang kalimat tersebut dengan penuh kenikmatan, kecintaan dan antusiasme, sembari berujar, “Kalimat yang seandainya diganti dengan seisi dunia maka tidaklah akan membuatku senang.”

Lihatlah inspirasi yang telah menjadikan Umar bersikap adil dalam kebenaran, serta kuat dalam membela dan menolong agama. Seandainya Rasulullah SAW. tidak mengajarinya, atas izin Allah, niscaya dia akan terlupakan di alam jahiliyah dan keberhalaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *