Muhammad SAW. Sang Inspirator (5)

KEBERKAHAN dan inspirasi dari Nabi SAW. bagi para pengikutnya akan tetap berlaku sampai Hari Kiamat. Sebesar apa kadar mereka mengikuti Beliau, maka sebesar itu pula hidayah, keistiqomahan, dan inspirasi yang mereka peroleh.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Inspirator (4)

Sejatinya para ulama besar sepanjang sejarah memperoleh petunjuk pemahaman dan kedudukan karena berkah dari mengikuti Nabi SAW.

Said bin Al-Musayyib, Al-Hasan Al-Bashri, Az-zuhri, Umar bin Abdul Aziz dan lainnya dari kalangan tabi’in, sejatinya menjadi bintang dan tokoh besar, karena mereka telah mencari petunjuk Nabi SAW. serta mengamalkannya.

Imam Abu Hanifah memperoleh kedudukan di mata umat dan pemahaman yang detail, karena telah memperoleh bagian dari warisan Nabi SAW. tersebut.

Imam Malik menjadi bintang di kalangan ulama dan Imam di Madinah, karena telah menerima bagian dari peninggalan Nabi SAW. serta berteduh di bawah petunjuknya.

Imam As-Syafi’i menjadi tokoh yang memiliki pemahaman yang baik dan istimbat kuat, karena berkah dari menaiki bahtera Nabi SAW. Imam Ahmad bin Hambal menjadi rujukan bagi ulama hadits, karena konsisten dalam mengikuti sunah-sunah Nabi SAW.

Demikian pula halnya dengan para ulama lainnya, para imam kaum saleh, kaum abid, para mujahid, para penderma, kaum mukhlis, dan yang lainnya sampai Hari Kiamat.

Para inspirator dunia selain Nabi SAW. dari kalangan pemimpin cendekiawan, penakluk, pemburu, penemu, pencipta, penjelajah, dan lainnya, memiliki inspirasi tertentu dalam bidang tertentu, inspirasi yang sifatnya terbatas sementara dan duniawi.

Adapun inspirasi Nabi SAW. adalah dari Allah SWT. yang mencakup segala lini kehidupan, dan segala lingkungan inspirasi yang sesuai dengan semua manusia. Apapun spesialisasi mereka, mauhibah mereka, dan aktivitas mereka.

Hal itu sesuai dengan firman Allah: “Dan, Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya : 107).

Setiap inspirator dunia memiliki plus minus, ada sisi yang layak anda terima dan ada sisi yang layak anda tolak. Keberhasilannya tidak lepas dari kegagalan, keunikannya tidak lepas dari komentar, dan keistimewaannya tidak lepas dari kekurangan, sebagai pengecualian adalah Nabi SAW. yang serba sempurna, serba suci, dan serba baik. Sebab Beliau adalah maksum yang senantiasa dijaga oleh Tuhannya.

Saya sangat heran saat melihat seorang muslim yang sibuk mencari tahu tentang sejumlah tokoh tertentu.  Detail-detail megeri, kabilah, catatan perjalanan, dan hal-hal lainnya. Tetapi, dia tidak tahu cara mengerjakan shalat sunnah yang benar.

Demikian juga saat saya melihat seorang muslim yang sangat menyukai syair dan sejarah, mendalami setiap unsurnya, bahkan hingga ke bagian terkecilnya. Dia rela menghabiskan usianya untuk meneliti peninggalan manusia tersebut, tetapi tidak tahu tentang dzikir dan doa dalam ibadah, cara wudhu Nabi SAW. atau cara menunaikan haji, tidak pula cara tidur, berpakaian dan makan Beliau SAW.

Perlu diketahui bahwa spesialisasi yang bersifat duniawi tersebut hanya sementara dan terbatas. Ribuan orang telah menulisnya, setiap umat, baik mukmin maupun non mukmin menulis peristiwa serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *