Muhammad SAW. Sang Inspirator (2)

BERKENAAN dengan sifat amanah yang dimiliki oleh Abu Ubaidah RA. Nabi SAW. bersabda: “Setiap umat memiliki orang yang amanah. Sosok amanah yang dimiliki oleh umat ini adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.” (Muttafaq ‘alaih).

Abu Ubaidah memperoleh sifat tersebut dari pengajaran Nabi SAW. Allah SWT. meletakkannya dalam hati Abu Ubaidah sehingga dia pun menjadi contoh teladan dalam hal amanah sepanjang generasi.

Baca tulisan sebelumnya : Muhammad SAW. Sang Inspirator

Rasulullah SAW. adalah inspirator bagi para ulama umatnya hingga Hari Kiamat serta teladan bagi mereka sepanjang sejarah. Penulis sekaligus senior mereka ialah Muadz bin Jabal yang sosoknya pernah Beliau sabdakan: “Orang dikalangan umatku yang paling mengetahui halal dan haram adalah Muadz Bin Jabal.” (Muttafaq ‘alaihi). Dia telah mereguk ilmu dari Nabi SAW. Beliau membimbingnya dalam memahami Nash dan agama.

Pada suatu malam Abdullah bin Abbas yang bergelar ‘Uskup Umat,’ Samudra Umat dan Penjelas Al-Quran, memperoleh inspirasi dalam bidang tafsir dari Rasulullah SAW. Kala itu dia tengah bermalam di rumah Beliau. Malam itu adalah malam paling berkah dalam kehidupannya. Saat dia memberikan air wudhu kepada Beliau, tiba-tiba Beliau berdoa: “Ya Allah, berikanlah pemahaman agama kepadanya.” (Muttafaq ‘alaih). Abdullah bin Abbas merupakan Penafsir Al-Quran teragung hingga Hari Kiamat.

Zaid bin Tsabit memperoleh inspirasi dalam bidang Faraidh dari Rasulullah SAW. Beliau pernah bersabda: “Orang dikalangan kalian yang paling mengetahui Faraidh adalah Zaid.” (HR. Tirmidzi). ilmu Mawaris dan pemahaman mendalam tentangnya yang dimiliki oleh Zaid bin Tsabit merupakan tetesan dari samudra keilmuan Nabi SAW.

Ubay bin Ka’b memperoleh spesialisasi ilmu qiraat dari Rasulullah SAW. Dalam Shahihain, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda kepada Ubay: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membacakan Al-Quran kepadamu.”

Ubay bertanya: “Apakah Allah menyebut namaku kepadamu?”

Beliau menjawab: “Allah menyebut namamu kepadaku.”  Lantas Ubay pun menangis.

Rasulullah SAW. bertanya kepada Ubay untuk meneguhkan spesialisasi dan menancapkan inspirasi dalam dirinya. Dalam Shahih Muslim, Beliau bersabda: “Wahai Abu Al-Munzir, tahukah engkau ayat Al-Quran apa dalam hafalanmu yang paling Agung?”

Ubay menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau kembali bersabda: “Wahai Abu Al-Munzir, tahukah engkau ayat Al-Quran apa dalam hafalanmu yang paling Agung.”

Ubay menjawab: “Allahu la ilaha illa huwal hayyul qoyyum.”

Beliau bersabda: “Ilmu ini akan membuatmu senang Abu Al-Munzir.” Ucapan itu bagaikan stempel kenabian yang diletakkan pada dada Ubay untuk merangsang inspirasi dan perhatian dalam dirinya.

Rasulullah SAW. mengasah minat Khalid bin Walid RA. serta menyemangatinya untuk membela agama dan berjiwa pahlawan. Beliau bersabda: “Sebaik-baik hamba Allah adalah Khalid bin Walid, salah satu Pedang Allah.” (HR. Tirmidzi). Keberanian Khalid serta antusiasmenya dalam membela kebenaran, sejatinya dia peroleh dari sebagian keberanian Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW. menghidupkan dalam diri setiap sahabatnya sesuatu yang bermaslahat baginya, serta sesuai dengan kesiapan dan mauhibah-nya. Hasan bin Tsabit RA., seorang penyair besar pernah mendatangi Beliau. Dia memiliki kemampuan dalam merangkai kata-kata dan menciptakan syair. Beliau tiba-tiba mendekatkan mimbar kepadanya sembari bersabda: “Buatlah syair sindiran terhadap mereka, Jibril bersamamu.” (Muttafaq ‘alaih). Beliau melanjutkan: “Sesungguhnya Jibril akan senantiasa menolongmu, selama engkau membela Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Muslim). Hasan pun merasa memperoleh inspirasi dan motivasi dari Rasulullah SAW.  Dia pun membela agama dengan syairnya yang menawan.

Seandainya Anda ingin memilihkan hadiah untuk Hasan bin Tsabit, sang penyair risalah, niscaya Anda tidak akan menemukan hadiah yang lebih berharga dari sabda Nabi SAW.: “Buatlah syair sindiran terhadap mereka, Jibril bersamamu.” Ucapan itu adalah penghormatan besar sekaligus pemuliaan agung.

Tsabit bin Qais Syammas Al-Anshari RA. seorang khatib Nabi SAW. memiliki kemampuan dalam berkhutbah dengan baik. Nabi SAW. menyiapkan mimbar untuknya, sembari menyemangatinya untuk mengalahkan lawan dalam berpidato. Sebagaimana tercantum dalam Ash Shirah An-Nabawiyyah, Karya Ibnu Hisyam.

Baca tulisan berikutnya : Muhammad SAW. Sang Inspirator (3)

Abu Musa Al-Asy’ari RA. memiliki keistimewaan suara yang indah. Rasulullah SAW. menginspirasi dan memotivasinya agar mempertahankan keistimewaan tersebut, serta mengasahnya untuk melantunkan Al-Quran. Beliau bersabda: “Engkau telah dikaruniai suara indah seperti suara Keluarga Daud.” (Muttafaq ‘alaih). Ucapan tersebut menjadi hadiah terbesar bagi Abu Musa Al-Asy’ari. Dia pun konsisten melantunkan Al-Quran sesuai kaidah dan mengajarkannya sepanjang hayatnya.

Sumber : Muhammad Sang Inspirator Dunia

Judul Asli : Mulhim Al-‘Alam

Karya : Dr Aidh Al-Qarni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *