Penyesalan Dzul-Jausyan Adh-Dhababi Masuk Islam, Setelah Futtuh Mekah

THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Dzul-Jausyan Adh-Dhababi, ia berkata aku datang kepada Nabi saw. setelah selesai mengurusi para syuhada Perang Badar dengan membawa seekor anak kuda dari kudaku yang bernama Qarha.’

Lalu aku berkata: “Hai Muhammad! Aku datang kepadamu dengan membawa anak si Qarha’ untuk engkau ambil sebagai tunggangan.”

Beliau bersabda: “Aku tidak memerlukannya, namun jika kamu ingin agar aku memberikan ganti kepadamu (sebagai barter) untuk anak kuda itu dengan baju besi pilihan hasil rampasan Perang Badar, aku setuju.”

Aku berkata: “Hari ini, aku tidak bermaksud menukarkan anak kudaku dengan seorang hamba sahaya ataupun barang paling berharga sekalipun (akan tetapi aku bermaksud menghadiahkannya untukmu).”

Beliau bersabda: “Aku tidak memerlukannya.” Kemudian Beliau bersabda: “Wahai Dzul-Jausyan! Maukah kamu masuk Islam, sehingga kamu termasuk orang-orang awal dalam agama ini.”

“Tidak,” sahutku.

“Mengapa” tanya Beliau.

Lalu aku berkata: “Aku melihat kaummu terus memusuhimu.”

Beliau bertanya: “Lalu bagaimana sampai kepadamu kabar mengenai kekalahan mereka di Badar?”

Aku berkata: “Kabar itu telah sampai kepadaku.”

Beliau bersabda: “Kami hendak membimbingmu kepada Islam.”

Aku berkata: “Aku bersedia jika engkau berhasil merebut dan menempati Ka’bah.”

Beliau bersabda: “Jika kamu panjang umur tentu kamu akan menyaksikannya.” Kemudian Beliau bersabda: “Hai Bilal! Ambillah tas orang ini lalu masukkan kurma Ajwa ke dalamnya sebagai bekal untuknya.”

Ketika aku beranjak pergi, Beliau bersabda: “Sungguh Ia adalah penunggang kuda terbaik di kalangan kabilah Bani Amir.”

Lanjut, Dzul-Jausyan: Demi Allah! Ketika aku sedang bersama keluargaku di kawasan Ghaur, tiba-tiba datang seorang penunggang unta. Aku berkata: “Apa berita mengenai orang-orang di sana?”

Orang itu berkata: “Demi Allah! Muhammad telah berhasil merebut dan menempati Ka’bah.”

Maka aku berkata: “Payah aku ini! Seandainya pada waktu itu aku masuk Islam, kemudian aku meminta tanah di Kota Hirah, tentu Beliau memberikannya untukku.”

Dalam riwayat yang lain lalu Nabi saw. bersabda kepadanya: “Apa yang menghalangimu untuk masuk Islam?”

Dzul-Jausyan berkata: “Aku melihat kaummu telah mendustakanmu, mengusirmu dan memerangimu. Aku akan melihat bagaimana sepak terjangmu. Jika engkau dapat mengalahkan mereka aku akan beriman kepadamu dan mengikutimu. Namun jika mereka dapat mengalahkanmu, aku tidak akan mengikutimu.”

Baca Tulisan Berikutnya : Fatwa Nabi saw. Kepada Basyir bin Khashashiyah dari Kabilah Yang Merasa Paling Baik di Bumi

[Haitsami (6/162) berkata: Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad, ayahnya, namun dengan rangkaian Matan hadis yang berbeda dan Thabrani. Para rawi mereka adalah perawi Kitab Shahih Abu Daud meriwayatkan sebagian dari hadis tersebut].

Sumber : Kehidupan Para Sahabat (Jilid 1).

Kitab Asli : Hayatush Shahabah (Jilid 1).

Karya : Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi Rah. a.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *